Mengubah Stereotip Wanita Berhijab di AS Dengan Membentuk Komunitas Hijab

Mengubah Stereotip Wanita Berhijab di AS Dengan Membentuk Komunitas Hijab
Mengubah Stereotip Wanita Berhijab di AS Dengan Membentuk Komunitas Hijabers

 

Di beberapa negara hijab masih menjadi kontroversi hingga saat ini. Beragam anggapan dan polemik miring dilayangkan kepada wanita berhijab. Beberapa dari mereka mengannggap jilbab adalah simbol penindasan atau paksaan. Bahkan tidak sedikit diantaranya yang menyebut wanita berhijab wanita berhijab bagian dari teroris.

Para hijabers dunia mulai melakukan berbagai aksi demi menunjukkan bahwa hijab bukanlah tanda penindasan atau paksaan bahkan bukan pula kejahatan. Untuk mengubah stereotipe tersebut. Wanita berhijab sama seperti wanita pada umumnya yang hidup normal dan bisa berprestasi.

Untuk membuktikan hal tersebut, mereka telah melakukan salah satu aksinya yaitu membentuk komunitas berhijab. Komunitas tersebut dinamakan “Hijabis of New York”. Komunitas ini didirikan oleh Rana Abdelhamid, seorang inovator Muslimah yang berusia 22 tahun dan berdomisili di New York, Amerika.

Rana mengaku awal membentuk komunitas hanya untuk berbagi scerita satu sama lain dengan sesama wanita berhijab di Amerika, Khusunya yang tinggal di New York. Kemudian ia pun membuat satu forum sosisal media Facebook untuk komunitasnya aga bisa berbagi cerita dengan hijabers lainnya.

Di Facebook tersebut, semua anggota komunitas bisa berbagi cerita mengenai pengalaman mereka berhijab. Dengan cari ini, Rana ingin menunjukkan kepada seluruh dunia tentang warna-warna kehidupan wanita berhijab.

Seperti yang dipaparkan oleh Rana pada Ella’ “Tujuanku adalah mengunakan fotografi dan media sosial untuk menunjukkan kepada seluruh dunia akan semangat dan keragaman kehidupan wanita berhijab. Ada begitu banyak stereotipe tentang jilbab baik dari dalam komunitas muslima maupun masyarakat non-muslim. Orang menganggap bahwa wanita berjilbab benar-benar koservatif dan bisa berkarier, tapi beragam cerita mereka yang disebar melalui Facebook semoga bisa mengubah pandangan itu.

Rana menjelaskan, angota komunitas “Hijabis of New York” tidak hanya berasal dari kalangan mahasiswa saja tapi, juga beragam profesi. Ada hijabers yang berperan sebagai aktivis, politikus, hingga pengusha. Komunitas ini diharapkan bisa mengubah pandangan miring tentang jilbab dan mengurangi kasus diskriminasi terhadap wanita berhijab di seluruh dunia.

“Ada begitu banyak kasus kekerasan, pelecehan, penyerangan terhadap wanita muslim. Aku berharap halaman Facebook ini bisa membuat ornag lain berpikiran terbuka dan mengurangi kasus penyebaran kepada wanita berjilbab,” papar wanita lulusan Vermont’s Middlebury College itu.

Halaman komunitas hijabers New York di Facebook ini diisi dengan berbagai cerita setiap wanira berhijab yang tergabung di dalamnya. Selain cerita, mereka juga menyertakan foto masing-masing untuk memperlihatkan gaya mereka sehari-hari.