Pandangan Rasulullah Terhadap Muslimah yang Tidak Berjilbab

Pandangan Rasulullah terhadap muslimah yang tidak berjilbab
Pandangan Rasulullah terhadap muslimah yang tidak berjilbab

Bagi wanita muslim menutup aurat merupakan salah satu perintah Allh SWT yang wajib hukumnya. Menutup aurat merupakan suatu bentuk memuliakan diri sendiri agar terhindar dari fitnah dan dosa. Sebagaimana dalam firman Allah SWT berikut ini:

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuan dan wanita-wanita (keluarga) orang-orang mukmin, agar mereka mengulurkan atas diri mereka (ke seluruh tubuh mereka) jilbab mereka. Hal itu menjadikan mereka lebih mudah dikenal (sebagai para wanita muslimah yang terhormat dan merdeka) sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah senantiasa Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,(QS. Al-Ahzab ayat 59)” .

Selain dalam surat Al-Ahzab ayat 59, Allah juga berfirman dalam surat An-Nur ayat 60 seperti berikut ini:

“Perempuan-perempuan tua yang telah berhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada keinginan untuk menikah lagi, tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka (pakaian luar) dengan tidak menampakkan perhiasan”.

Ayat tersebut menjelaskan bahwa wanita-wanita yang sudah mengalami menopouse boleh untuk menanggalkan jilbab (pakaian luar)-nya. Akan tetapi, mereka tetap wajib untuk menutup auratnya.

Rasulullah SAW bersabda:

“Neraka diperlihatkan kepadaku. Aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita”.

Selain sabda Rasullulah tersebut, Sayyidina Ali ra suatu ketika pernah melihat Rasullulah menangis manakala ia datang bersama Fatima. Lalu dia bertanya mengapa Rasullulah menangis.

Beliau  menjawab:

“Pada malam aku di-isra’-kan, aku melihat perempuan-perempuan sedang disiksa dengan berbagai siksaan didalam neraka. Itulah sebabnya aku menangis”.

Rasullulah menangis karena menyaksikan mereka (perempuan) disiksa dengan sangat berat dan mengerikan. Putri Rasullulah SAW kemudian menanyakan apa yang dilihat ayahandanya. Rasullulah menjawab:

“Aku lihat ada perempuan digantung rambutnya, otaknya mendidih. Aku lihat perempuan digantung lidahnya, tangannya diikat ke belakang dan timah cair dituangkan ke dalam tengkoraknya. Aku lihat perempuan tergantung kedua kakinya dengan terikat tangannya sampai ke ubun-ubunnya, diulurkan ular dan kalajengking. Dan aku melihat perempuan yang memakan badannya sendiri, di bawahnya dinyalakan api neraka. Serta aku lihat perempuan yang bermuka hitam, memakan tali perutnya sendiri. Aku lihat perempuan yang telinganya pekak dan matanya buta, dimasukkan ke dalam peti yang dibuat dari api neraka, otaknya keluar dari lubang hidung, badannya berbau busuk karena penyakit sopak dan kusta. Aku lihat perempuan yang badannya seperti himar, beribu-beribu kesengsaraan dihadapinya. Aku lihat perempuan yang rupanya seperti anjing, sedangkan api masuk melalui mulut dan keluar dari duburnya sementara malaikat memukulnya dengan gada dari api neraka”.

Lantas Fatimah Az-Zahra menanyakan mengapa mereka disiksa seperti itu?

Rasullulah menjawab:

“Wahai putriku, adapun mereka tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah wanita yang tidak menutup rambutnya sehingga terlihat oleh laki-laki yang bukan muhrimnya. Perempuan yang digantung susunya adalah istri yang menyusui anak orang lain tanpa seizin suaminya. Perempuan yang tergantung kedua kakinya ialah perempuan yang tidak taat kepada suaminya, ia keluar rumah tanpa izin suaminya, dan perempuan yang tidak mau mandi suci dari haid dan nifas. Perempuan yang memakan badannya sendiri ialah karena ia berhias untuk lelaki yang bukan muhrimnya dan suka mengumpat orang lain. Perempuan yang memotong badannya sendiri dengan gunting api neraka karena ia memperkenalkan dirinya kepada orang lain yang bukan muhrimnya dan dia bersolek supaya kecantikannya dilihat laki-laki yang bukan muhrimnya “.

Itulah tadi sedikit gambaran tentang muslimah yang tidak berjilbab atau menutup auratnya menurut Rasulullah. Semoga bisa bermanfaat ya, dan kita semakin istiqomah dalam menutup aurat kita. Allahumma aamiin.