Beberapa Warga Pedalaman Australia Yang Terobsesi dengan Islam

Salah satu warga pedalaman australia yang terobsesi dengan islam
Salah satu warga pedalaman australia yang terobsesi dengan islam

Banyak warga dibeberapa negara yang terobesesi dengan Islam, salah satunya yaitu warga pedalaman Australia. Warga pedalaman Australia tersebut jatuh cinta terhadap islam. Berikut adalah beberapa warga yang terobsesi dengan Islam salah satunya yaitu :

Dalam sebuah acara barbecue halal di Lismore, kota pedalaman di New South Wales, Australia, sejumlah warga muslim setempat berbagi pengalaman mengenai kehidupan sebagai orang islam didaerah tersebut. Inilah beberapa kisah mereka yang disampaikan ke Jurnalis ABC Samantha Turnbull.

 

Amber Rashidi

Amber Rashidi adalah salah satu warga pedalaman Australia yang masuk Islam delapan tahun lalu setelah bertemu dengan seseorng pria muslim. Ia pun sangat serius dan merasa ingin tahu terhadap agama yang telah ia anut dan apa yang ia percayai. Amber Rashidi juga menjelaskan bahwasannya ia sangat jatuh cinta terhadap Islam karena keindahan dalam agama tersebut. Setelah Am ber masuk islam delapan tahun yang lalu, kini Amber mengenakan pakaian jenis niqab, abaya maupun hijab panjang setiap kali ia pergi keluar rumah.

Memang setiap kali ia mengenakan sebuah penutup kepala yaitu hijab maupun sejenisnya memang ia selalu mengalami deskriminasi namun ia pun tidak menanggapi hal tersebut sebab ia tahu bahwasannya mereka itu hanya belum mengerti tentang agama yang mulia ini. Semenjak itu ia pun mejadi salah satu sasaran karena pakaian yang ia kenakan sangat menonjol, sehingga ia pun menjadi lebih was-was dalam memilih tujuan jika suatu hari ia ingin berpergian di Australia.

Salah satu tujuan yang ia pilih yaitu kebun raya karena dengan memilih tujuan tersebut ia percaya bahwa orang yang mengahrgai wewangian bebunga an tentunya tdk akan mempersoalkan pakaian yang ia kenakan. Begitu dengan sebaliknya jika memilih berlibur ketempat yng dipenuhi dengan orang minum-minum. kemungkinan besar akan ada yang memperolok maka dari itu kita harus memperhatikan pakaian yang dikenakan serta anak-anak yang mungkin suatu saat bisa terpengaruh.

Menurut Amber, ibunya yang bernama Vikki Crook merupakan salah satu seorang penganut agama Kristiani yang taat bersamaan saat Amber menjadi seorang muslimah. Meski ibunya berbeda agama dengannya, Ibunya pun juga tetap menerimanya dengan baik dan sangat senang saat Amber masuk Islam. Namun yang dikhawatirkan oleh ibunya tersebut bahwasannya bagaimana jika anak dan cucu-cucunya tersebut mengalami sebuah deskriminasi. Amber pun meyakinnkan bahwasannya ia dapat membuat orang yakin dan mampu membuat orang lain melihat sisi berbeda dari agama yang dianut Amber.

Abdul Aziz

Abdul Aziz adalah salah satu ketua Asosiasi Muslim Northern Rivers, yang berasal dari Dubai dan pindah ke kota Dubbo tahun 2005 lalu. Pria tersebut datang ke Australia dengan visa kerja profesional (Visa 457) sebagai salah satu insinyur elektro. Yang kini ia pun punya sebuah bisnis sendiri di Lismore. Pria tersebut juga mengaku bahwasannya ia juga sangat mencintai kota tersebut karena keberagaman, berwarna-warni, serta masyarakatnya yang lebih toleran.

Menurutnya diskriminasi sebenarnya memang sudah terjadi dimana-mana, pengalamannya ia juga pernah mengalami deskriminasi saat lahir di Pakistan daan ketika ia tinggal di Dubai. Namun Aziz pun juga berharap bahwasannya ia mempuyai sebuah keinginan bisa menunjukkan Islam yang sebenarnya kepada warga sekitarnya.

Abbey Hodson

Abbey Hodson masuk islam sekitar empat tahun lalu setelah ia melakukan pencarian makna hidup dan jati dirinya. Iapun mengaku bahwasannya sebelum ia masuk islam iapun juga termasuk dalam salah satu orang yang tidak suka agama dan setiap kali bertemu dengan orang islam selalu terjadi resistensi dalam diri saya.

Kemudian ia pun berpikir dan merenung bahwasannya ia tidak bisa menjalin hubungan dengan orang lain jika ia tidak mau membuka diri dan menentang diri sendiri. Menurutnya proses yang seperti ini merupakan suatu proses yang panjang.Ia pun juga mengaku terkadang merasakan tatapan orang lain yang mungkin merasa aneh melihat Abbey, seorang Anglo-Saxon tapi muslimah.

Sebelumnya ia pun juga mengaku khawatir jika ingin bertemu dengan muslim dari Timur Tengah. Ia pun selalu takut karena menurutnya mereka pasti menghakimi dirinya. Namun dalam pengalamannya tersebut menunjukkan bahwasannya mereka sangat ramah, dari manapun asalnya, Pakistan, Yordania, Australia.

Geoff Lawton

Geoff Lawton atau yang disebut juga dengan Jamal Al Deen yang menikah dengan perempuan kelahiran Yordania, Nadia Lawton, di tahun 2004.

Geoff Lawton juga memiliki sebuah pengalaman bekerja di bidang kemanusiaan Irak dan memutuskan untuk masuk Islam pada tahun 2003 lalu. Ia pun menerangkan bahwasannya ia tidak pernah tahu banyak tentang agama Islam, dan iapun juga tidak pernah masuk ke Masjid. Oleh karena itu ia pun memutuskan untuk memahaminya lebih baik.

Semakin ingin tahu dan mendalami tentang islam, ia pun menjadi sadar bahwasannya gama islam merupakan salah satu agama yang sebenarnya dimulai dnegan kata ‘saam’ yang artinya damai. Ia pun juga kaget ketika ia mengetauhi bahwa betapa islam menjamin sebuah kebebasan. Geoff pun merasa istimewa setelah ia menemukan Islam dalam hidupnya.

Semenjak ia memeluk islam ia pun dapat menjalani kehidupannya dengan lebih damai, sedikit konflik dan lebih sedikit lagi kerumitan hidup. Dan juga jauh lebih mudah menjalani kehidupan yang ia anggap merupakan suatu kehidupan yang layak.

Menurut Istri Geoff yaitu nadia Lawton, ia juga tidak mengalami sebuah masalah sedkit pun selama tinggal di Australia. Ia pun juga  menerangkan bahwasannya ia tiba di Australia sudah memiliki tekad harus membuka hati dan pikiran dan menyerap semuanya, ia pun juga mengamati bahwasannya semua orang dan berteman dengan siapa saja dan sepertinya semua orang di Lismore tahu akan dirinya. Selain itu, Islam juga tidak pernah mengajarkan bunuh diri atau membunuh orang lain yang tak berdosa.